Rabu, 29 Juni 2016

Santos: Ronaldo Tak Bikin Portugal Jadi Favorit



Marseille - Ketajaman Cristiano Ronaldo jelas menjadi satu keuntungan untuk Portugal. Kendati demikian, keberadaan CR7 tak lantas menjadikanSelecao das Aquinas tim favorit.

Portugal akan berhadapan dengan Polandia di pertandingan perempatfinal Piala Eropa. Pertandingan itu akan berlangsung di Stade Velodrome, Jumat (1/7/2016) pukul 2.00 dinihari WIB.

Sejauh ini, Portugal masih belum menunjukkan penampilan yang kurang oke. Mereka menuai tiga kali hasil imbang dan sekali kemenangan dalam di Piala Eropa.

Saat Portugal bermain imbang 3-3 melawan Hongaria, Ronaldo bermain sangat bagus. Dia menciptakan dua gol dan satu assist.

Sementara saat bermain bersama Real Madrid, Ronaldo mampu tampil amat produktif. Dia menjadi top skorer klub dengan catatan 51 gol.

Soal keberadaan Ronaldo, pelatih Portugal, Fernando Santos memberi penilaian. Dia menolak label favorit yang disematkan pada tim asuhannya.

"Semua orang membicarakan mengenai dia dan ada alasan untuk hal itu. Mengapa semua orang membicarakan Ronaldo? Karena dia merupakan pemain yang luar biasa dan orang-orang banyak membahas mengenai pemain yang luar biasa," kata Santos di Soccerway.
"Ada ratusan pemain di sini di Prancis dan kami tak membicarakan mengenai mereka. Tapi, merupakan suatu hal yang wajar bahwa orang-orang membicarakan Cristiano Ronaldo, Robert Lewandowski, Manuel Neuer, dll."

"Seluruh pemain kami tahu caranya bagaimana menghadapi itu dan Cristiano juga tahu caranya untuk menghadapinya."

"Saya mempunyai 23 pemain dan sedang dalam performa yang bagus, dan beberapa yang mengalami masalah cedera," imbuhnya. 

Gomez: Italia Jelas Jauh Lebih Kuat Dibandingkan Slovakia


Bordeaux - Striker Jerman, Mario Gomez, tahu laga perempatfinal Piala Eropa melawan Italia akan berlangsung berat. Gli Azzurri disebutnya lebih kuat dibandingkan Slovakia.

Jerman memetik kemenangan besar saat berhadapan dengan Slovakia di babak 16 besar. Di pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre-Mauroy pada 26 Juni lalu, mereka memetik kemenangan dengan skor akhir tiga gol tanpa balas.

Die Mannschaft mampu bermain dominan sejak awal hingga akhir pertandingan. Gol Jerome Boateng sudah hadir sejak menit kedelapan, yang disusul dengan  gol Mario Gomez di menit 43, dan yang terakhirJulian Draxler di menit 63.

Gomez tahu bahwa Italia sedang tampil impresif saat ini. Mereka baru saja mengalahkan tim juara bertahan, Spanyol dengan skor cukup meyakinkan 2-0.

"Italia bukan Slovakia, itu akan menjadi pertandingan yang berat," kata Gomez di Football Italia.

"Tapi bagi saya, yang penting kami menyandang status pemegang trofi juara Piala Dunia dan ingin menambahinya dengan gelar juara Piala Eropa."

"Sejauh ini, turnamen sudah berjalan dengan sangat baik. Kami memainkan fase grup yang luar biasa dan terus lebih baik sejak babak 16 besar. Kami yakin pada diri saya," tambahnya.

Gerrard: Inggris Ulangi Kesalahan Masa Lalu


Liverpool - Steven Gerrard buka suara soal kegagalan Inggris di Piala Eropa 2016. Menurut Gerrard, The Three Lions sudah mengulangi kesalahan-kesalahan di masa lalu.

Saat masih aktif di timnas Inggris, Gerrard juga berulang kali merasakan kegagalan di turnamen-turnamen besar. Dia tampil di Piala Eropa 2000, Piala Eropa 2004, Piala Dunia 2006, Piala Dunia 2010, Piala Eropa 2012, dan Piala Dunia 2014 dan jadi kapten di dua turnamen terakhir. Semuanya berujung kekecewaan.
Inggris di Piala Eropa 2012 (Getty Images/Alex Livesey)

Di Piala Eropa 2016, Inggris tersingkir di babak 16 besar. Mereka harus angkat koper setelah dikalahkan tim debutan Islandia dengan skor 1-2, Senin (27/6/2016). Performa Wayne Rooney dan kawan-kawan pada laga tersebut dianggap sangat buruk.

"Kami gagal dengan begitu buruk pada hari Senin karena pembuatan keputusan yang buruk, sebuah ketidakmampuan untuk merespons kejadian-kejadian, dan karena kami mengulangi terlalu banyak kesalahan masa lalu," tulis Gerrard dalam kolomnya untuk The Telegraph.

"Ketika Inggris tertinggal, banyak dari pemain mereka yang akan memikirkan konsekuensi dari kekalahan juga apa yang harus dilakukan untuk kembali ke permainan. Saya benci untuk mengatakannya, tapi pikiran Anda melayang ke seperti apa pemberitaan di rumah dan level kritik yang akan Anda dapatkan.

"Panik menyergap. Rasa frustrasi mengambil alih. Anda membeku dan berhenti melakukan hal-hal yang Anda tahu harusnya dilakukan. Anda mulai memaksakan diri, membuat pilihan-pilihan yang salah dengan operan-operan Anda, menembak dari daerah yang salah, dan membiarkan kecemasan mencegah Anda melakukan hal-hal sederhana.

"Segala sesuatu yang Anda katakan dan Anda persiapkan sebelum pertandingan terlupakan. Saya mendengar orang-orang mengatakan bahwa itu adalah tanda-tanda kerapuhan mental. Mungkin iya, tapi itulah yang kami miliki dengan tim Inggris yang sudah 50 tahun tidak memenangi turnamen besar. Itulah yang terjadi," kata Gerrard.

Tak lama setelah Inggris tersingkir dari Piala Eropa 2016, Roy Hodgson mengundurkan diri dari jabatan manajer.

Selasa, 28 Juni 2016

Dengan Video Rambo, Casillas Isyaratkan Pensiun dari Timnas Spanyol



Madrid - Piala Eropa 2016 bisa jadi turnamen internasional terakhir dalam karier Iker Casillas. Casillas mengindikasikan akan menutup kariernya di timnas Spanyol.

La Roja, juara Eropa dua edisi berturut-turut, dipaksa pulang lebih awal usai dikalahkan Italia 0-2 di babak 16 Besar. Di turnamen itu sendiri, Casillas sama sekali tidak bermain.

Kiper Manchester United David de Gea menggusur tempatnya sebagai kiper nomor satu La Furia Roja. Ditambah dengan usianya yang mencapai 35 tahun, Casillas menyadari bahwa masa-masanya di timnas sudah waktunya diakhiri.

Pada Selasa (28/6/2016) malam waktu setempat, pemain yang memperkuat Porto itu mem-posting sebuah potongan video dari film Rambo II di akun Twitter-nya @CasillasWorld. Dalam video berdurasi 1 menit 25 detik itu, mantan pemain Real Madrid ini turut menyertakan sebuah cuitan.

"Bangga sekali merasakan kasih sayang fans dari #GraciasCasillas [sebuah tanda pagar yang menjadi trending topic usai pertandingan Spanyol]. Sekarang dan selamanya dengan timnas Spanyol."

Potongan video tersebut menampilkan salah satu adegan terakhir film saat sang tokoh utama, Rambo, mengucapkan selamat tinggal kepada rekannya, Kolonel Trautman dan menginginkan supaya "negaranya mencintai kita seperti kita mencintainya".

Casillas menjalani debut dalam seragam Spanyol pada 2000 saat usianya masih 19 tahun. Sampai saat ini, Casillas sudah membuat 167 penampilan, yang menjadi rekor terbanyak serta telah mengantar negaranya menjuarai Piala Dunia [2010] dan Piala Eropa dua kali [2008, 2012].


Jangan Pedulikan Para Pencibirmu, Messi!



Turin - Lionel Messi mengirimkan sinyal untuk pensiun dari tim nasional Argentina usai kegagalan di Copa America Centenario. Dia diminta tak mempedulikan pencibirnya.

Saat laga final Copa America, Argentina kalah dari Chile dalam laga yang berlangsung hingga babak adu tendangan penalti. 

Di MetLife Stadium, Senin (27/6/2016) pagi WIB, Messi yang menjadi penendang pertama Argentina saat babak tos-tosan, gagal memasukkan bola. Argentina kalah 2-4 di pertandingan itu setelah Lucas Biglia juga gagal menceploskan bola ke dalam gawang.

Messi pun amat kecewa dengan kegagalan kali ini. Dia sampai bilang akan pensiun dari tim Tango. Banyak pihak yang membujuk La Pulga agar bisa menunda pensiun dari timnas. Mulai dari Presiden Argentina, Mauricio Macri, dan legenda hidup sepakbola Argentina, Diego Maradona.

Soal kegagalan Messi kali ini, eks rekan setimnya di Barcelona, Dani Alves, memberi dukungan. Messi diminta untuk tak menghiraukan cemoohan dan cibiran yang ditujukan bagi dirinya.

"Saya tak melihat akhir pertandingannya karena itu sudah terlalu larut dan saya mempunyai komitmen. Tak ada seorangpun yang bisa mengambil kebesaran Leo," kata Alves seperti dilansir oleh Soccerway.

"Sungguh menjadi suatu kesenangan bisa menjadi temannya. Dia mesti bersama orang yang memberinya respek dan tidak bersama orang-orang yang mencemoohnya."

"Hanya ada pihak minoritas yang mengkritik dirinya dan dia seharusnya tak menganggap mereka penting," tambah bek yang baru saja memutuskan untuk hijrah dari Barca ke Juventus itu.

Senin, 27 Juni 2016

Kata FA tentang Kekalahan Inggris, Mundurnya Hodgson, dan Lolosnya Islandia


London - Federasi Sepakbola Inggris (FA) memberikan pernyataan seputar kekalahan The Three Lions, mundurnya manajer Roy Hodgson, seraya memberi selamat pada Islandia.

Inggris di luar dugaan tunduk 1-2 dari tim debutan turnamen, Islandia, setelah unggul lebih dulu lewat gol penalti Wayne Rooney dalam laga di Allianz Riviera, Nice, Selasa (28/6/2016) dinihari WIB.

Segera setelah hasil tersebut Hodgson mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer, kendatipun kontrak kerja dirinya sebenarnya juga sudah akan berakhir saat turnamen tuntas--setelah ditunjuk Mei 2012 dalam kontrak berdurasi empat tahun.

"Seperti halnya negara ini, kami juga kecewa dengan kekalahan malam ini dan laju kami di Euro 2016 sudah berakhir cepat," sebut FA dalam keterangan yang dikutip BBC.

"Kami sempat punya harapan besar untuk lolos ke fase-fase selanjutnya turnamen ini dan pada akhirnya mesti menerima bahwa kami belum bisa menjawab ekspektasi kami sendiri atau juga harapan negara ini. Kami mendukung keputusan Roy Hodgson untuk mundur sebagai manajer Inggris dan dalam waktu dekat akan membahas langkah selanjutnya.

"Untuk saat ini kami memberi selamat kepada Islandia yang sudah lolos ke perempatfinal dan mendoakan yang terbaik buat mereka lawan Prancis di akhir pekan. Terakhir, kami mengucapkan terima kasih sebesarnya kepada para suporter, yang sudah datang ke Prancis atas dukungan luar biasa mereka malam ini dan juga di negeri kami sendiri, dalam mendukung tim," tutur FA dalam pernyataannya.

Sabtu, 25 Juni 2016

Portugal Tak Mengesankan, Santos: Main Cantik Tak Selalu Jadi Cara untuk Menang


Lens - Pelatih Portugal, Fernando Santos, tak risau dengan performa timnya yang tak mengesankan kala mengalahkan Kroasia. Dia juga mengakui Portugal beruntung.

Portugal lolos ke babak perempatifnal usai mengalahkan Kroasia dengan skor 1-0. Portugal harus menunggu hingga menit ke-117 untuk mencetak gol kemenangan lewat Ricardo Quaresma.

Pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Minggu (26/6/2016) dinihari WIB, menghasilkan sedikit peluang. Sepanjang 120 menit pertandingan, Portugal hanya melepaskan lima tembakan, dua di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Kroasia sampai melepaskan 17 kali percobaan mencetak gol, namun tak ada yang on target.

Di menit-menit terakhir masa perpanjangan waktu, Kroasia sempat mendapat beberapa peluang bagus untuk mencetak gol. Salah satunya adalah sundulan Ivan Perisic yang mengenai tiang gawang. Tak lama setelah peluang Perisic, Portugal melakukan serangan balik yang menghasilkan gol Quaresma.

Santos memuji timnya yang mengeksekusi taktik dengan dengan baik. Namun dia juga mengakui adanya keberuntungan di sisi timnya.

"Itu adalah pertandingan yang sangat taktis. Portugal mencoba mengambil alih, tapi Kroasia tidak memberi kesempatan, begitu juga sebaliknya. Anda harus melihat dari dua sisi mata uang," ujar Santos seperti dikutip dari Sky Sports.

"Kami menghadapi tim yang luar biasa, mereka memainkan sepakbola terbaik di fase grup. Mereka selalu mencoba memainkan sepakbola mereka."

"Ini adalah final dan kami menang. Hari ini kami yang beruntung. Tapi saya pikir ini adil," lanjut Santos.

"Kami akan menghadapi laga yang sangat berat melawan Polandia dan kami harus mempersiapkan diri untuk itu. Kami ingin memainkan permainan yang cantik tapi itu tak selalu jadi cara menjuarai turnamen," katanya

Jumat, 24 Juni 2016

Gomez Tak Pikirkan 'Sepatu Emas', Hanya Mau Gelar Juara


Evian - Striker Jerman Mario Gomez tidak bernafsu memburu predikat topskorer Piala Eropa 2016. Gomez mengaku dirinya hanya ingin gelar juara bersama Die Mannschaft.

Penyerang berusia 30 tahun itu menentukan kemenangan Jerman atas Irlandia Utara dengan skor 1-0 pada laga terakhir Grup C, Selasa (21/6/2016). Itu adalah gol ketiga Gomez dalam enam penampilan terakhir termasuk di laga ujicoba.

Jerman menjadi salah satu favorit juara di turnamen. Tim besutan Joachim Loew ini akan berusaha mengawinkan titel gelar juara dunia yang diperolehnya di Brasil dua tahun lalu dengan gelar Eropa.

Gomez terpaksa tidak mendapatkan medali juara dunia karena tak masuk skuat Jerman akibat cedera parah. Pemain berdarah Spanyol itu berhasrat menebusnya di Piala Eropa kali ini.

"Gol itu [melawan Irlandia Utara] berarti banyak. Pada akhirnya aku menemukan performa terbaikku dan tahu aku mampu menyelesaikan peluang-peluang yang kami punya," ungkap Gomez kepada UEFA.com.

"Setelah Polandia, kami tidak mampu mencetak gol. Kami ingin menaikkan penampilan dan itu adalah pekerjaanku saat melawan Irlandia Utara."

"Kerjasama yang bagus adalah ketika pekerjaan Anda berbuah sebuah gol, tapi sekali lagi, aku tidak memikirkan apapun tentang Sepatu Emas. Aku hanya ingin memenangi Piala Eropa. Itu saja yang penting untukku," tandas Gomez.

Di babak 16 besar, Jerman akan ditantang debutan Slovakia di Stade Pierre-Mauroy, Minggu (26/6/2016) malam WIB. Di atas kertas, Jerman lebih bukan lawan seimbang bagi Marek Hamsik dkk, kendati sempat takluk 1-3 di laga ujicoba, Mei lalu.

"Kami akan menganalisa tim lawan secara menyeluruh, kami pernah menghadapi mereka belum lama ini dan tahu pertandingan ini tidak akan mudah," imbuh pemain yang kini memperkuat Besiktas itu.

Masih Mandul, Kane Bantah Kelelahan


Chantilly - Harry Kane membantah anggapan dirinya mengalami kelelahan sehingga masih mandul di Piala Eropa 2016. Striker timnas Inggris itu mengaku segar 100%.

Kane datang ke Piala Eropa 2016 dengan modal bagus. Dia menjadi top skorer Premier League musim lalu setelah mencetak 25 gol untuk Tottenham Hotspur.

Oleh karena itu, wajar kalau Kane kemudian jadi tumpuan Inggris dalam mencetak gol di Piala Eropa 2016. Akan tetapi, dia sejauh ini belum memenuhi ekspektasi tersebut.

Dalam tiga pertandingan fase grup Piala Eropa 2016, Kane tak mencetak satu gol pun. Dia membuat delapan percobaan mencetak gol dan hanya satu yang tepat sasaran.

Mandulnya Kane menimbulkan spekulasi dia sudah "kehabisan bensin" setelah menjalani musim yang panjang bersama klubnya. Akan tetapi, Kane menyangkalnya.

"Saya tidak lelah. Saya sudah pernah menjalaninya sebelum ini," ujar Kane seperti dikutip Sky Sports.

"Tahun lalu banyak orang yang mengatakan hal yang sama ketika saya membela timnas Inggris U-21," imbuh striker berusia 22 tahun itu.

"Saya 100 persen segar, saya merasa tajam, saya merasa siap. Jika saya dimainkan, saya akan memberikan 110 persen," kata Kane.

Inggris akan menghadapi Islandia di babak 16 besar Piala Eropa 2016 di Nice, Senin (27/6) mendatang

Rusuh, Laga Persija vs Sriwijaya FC Dihentikan


Jakarta - Kerusuhan yang melibatkan penonton terjadi pada laga Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC. Akibatnya, laga dihentikan sebelum benar-benar tuntas.

Pertandingan Torabika Soccer Championship (TSC) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (24/6/2016), dihentikan pada menit ke-81. Saat itu kondisi di dalam stadion sudah tidak kondusif. 

Terjadi bentrokan antara para suporter dan aparat keamanan di tribune VIP Timur. Penyebabnya adalah ratusan suporter yang berusaha masuk ke dalam lapangan. Aparat pun mencegah mereka.

Saat pertandingan dihentikan, Sriwijaya FC tengah unggul 1-0. Gol Laskar Wong Kito dicetak oleh Hilton Moreira pada menit ke-65 melalui tendangan bebas.

Pertandingan sebelumnya juga sempat terhenti pada awal babak kedua. Hal ini disebabkan oleh pekatnya udara akibat flare dan bom asap yang dinyalakan oleh para suporter.

Asap di dalam stadion bahkan sampai membuat pemain Sriwijaya, Wildansyah, mengalami gangguan pernapasan. Dia pun harus ditarik keluar dan digantikan Zalnando.

Persija sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk unggul lebih dulu. Macan Kemayoran mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-56 menyusul pelanggaran Fachruddin terhadap Ade Jantra. Fachruddin diganjar kartu kuning kedua akibat pelanggarannya itu dan harus meninggalkan lapangan.

Akan tetapi, hadiah penalti tak bisa dimaksimalkan oleh Bambang Pamungkas. Eksekusi Bepe dimentahkan oleh penjaga gawang Sriwijaya, Teja Paku Alam.

Terhentinya pertandingan akibat kerusuhan ini membuat Persija kini terancam sanksi dari komisi disiplin TSC.

"Jadi semuanya di luar kendali. Bahwa main malam itu bisa memengaruhi psikologis para penonton. Kalau menentukan siapa yang harus disalahkan jadi susah. Mungkin akan berbeda kalau main siang," ujar Ketua Umum The Jakmania, Richard Achmad Supriyanto.

"Kalau tadi tidak ada faktor penonton yang ke lapangan ini semua tidak akan terjadi. Tapi, nanti akan kami lihat evaluasinya saja. Nanti akan kami evaluasi dengan manajemen tim setelah ini. Sekali lagi kondisi pertandingan malam jadi faktor berpengaruh," kata Richard.

Rabu, 22 Juni 2016

Apresiasi Joao Mario terhadap Kontribusi Ronaldo


Lyon - Cristiano Ronaldo memainkan peran penting dalam laga Portugal lawan Hongaria. Kontribusinya ke tim memang tak pernah diragukan.

Dalam dua pertandingan awal Portugal di Piala Eropa 2016, Ronaldo mendapatkan banyak kritikan. Ia dinilai gagal memperlihatkan penampilan terbaik, secara khusus bikin gol, dengan Portugal juga cuma meraih hasil seri 1-1 lawan Islandia dan 0-0 dengan Austria.

Akan tetapi, Ronaldo kemudian menjawab kritikan itu lewat penampilan lawan Hongaria. Salah satu pemain terbaik dunia itu membuat assist untuk gol pertama Portugal yang dicetak Nani, lalu membuat sendiri dua gol lain dalam skor akhir 3-3.

Ada sejumlah pencapaian khusus dari Ronaldo berkat aksinya menjebol gawang Hongaria. Yang pertama, ia kini menjadi satu-satunya pemain yang telah mencetak gol di empat putaran final Piala Eropa.

[Baca juga: Ronaldo vs Ibrahimovic demi Rekor Baru Piala Eropa]

Selain itu, Ronaldo kini juga sudah mengoleksi 8 gol di ajang Piala Eropa, yang cuma kalah banyak dari 9 gol milik Michel Platini. Pemain asal klub Real Madrid itu juga menjadi penampil terbanyak di putaran final (17), melewati Lilian Thuram dan Edwin van der Sar.

[Baca juga: Akhirnya, Ronaldo!]

Joao Mario, yang membuat assist kepada gol pertama Ronaldo ke gawang Hongaria, turut bergembira bersama pesepakbola 31 tahun tersebut. Ia memberi apresiasi amat besar terhadap kontribusi Ronaldo.

"Ia merupakan kapten kami, teladan kami," ucap Joao Mario seperti dikutipSoccerway.

"Ia sudah banyak berkontribusi kepada tim dan sekarang punya dua gol, yang selalu menjadi hal penting," imbuhnya.

Selasa, 21 Juni 2016

Jalan Terjal Spanyol untuk Pertahankan Gelar



Bordeaux - Gagal menjadi juara grup memberi konsekuensi yang sangat serius untuk Spanyol. Jalan mereka untuk mempertahankan gelar Piala Eropa akan sangat terjal.

Spanyol bertemu Kroasia pada laga terakhir Grup D di Stade de Bordeaux, Bordeaux, Rabu (22/6/2016) dinihari WIB. Sebelum kick-off, kedua tim sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar Piala Eropa 2016. Laga ini pun menjadi penentuan tim mana yang menjadi juara grup.

Spanyol yang lebih diunggulkan di luar dugaan kalah 1-2 dari Kroasia. Unggul lebih dulu lewat gol cepat Alvaro Morata, La Furia Roja akhirnya menyerah setelah Kroasia membalikkan keadaan melalui gol-gol Nikola Kalinic dan Ivan Perisic. Laga ini juga diwarnai kegagalan penalti Sergio Ramos.

Hasil tersebut menempatkan Kroasia sebagai juara Grup D. Sementara itu, Spanyol lolos sebagai runner-up grup.

"Saya harus membela permainan kami. Kami mengontrol pertandingan dan mereka mencetak gol kedua melalui serangan balik. Mereka juga mencetak gol di menit terakhir babak pertama. Segalanya sudah terjadi sehingga kami mendapatkan hasil buruk. Mereka bahkan menerima hasil imbang," ujar pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, seperti dikutip Football Espana.

Sebagai runner-up Grup D, Spanyol akan menghadapi juara Grup E, Italia, di babak 16 besar. Duel ini adalah ulangan final Piala Eropa 2012, yang saat itu dimenangi Spanyol dengan skor 4-0.

Kalau mampu melewati Italia, Spanyol kemungkinan besar akan bertemu juara Piala Dunia 2014, Jerman, di babak perempatfinal. Andai mampu lolos ke semifinal, tim Matador berpotensi melawan tuan rumah Prancis atau Inggris.

(Baca juga: Italia vs Spanyol dan Bagan yang Berat Sebelah di 16 Besar)
"Kami kesal, tapi kami tidak tersingkir. Ini bukan jalan yang terbaik, begitulah kelihatannya, tapi seringkali Anda tidak tahu sebenarnya bahaya ada di mana," tutur Del Bosque.

"Kami harus melihat ke depan meskipun jalan yang harus kami lalui terlihat tidak ideal. Kami ingin finis di posisi pertama, terutama karena itu berarti kami menang hari ini," katanya.

Hasil Kroasia vs Spanyol Euro 2016



Hasil pertandingan antara Kroasia vs Spanyol dalam laga matchday ke-3 Grup D Piala Eropa Euro 2016 yang digelar di Matmut Atlantique, Bordeaux, pada hari Rabu (22/6) dinihari WIB. Spanyol sebenarnya cukup mencegah kekalahan malam ini guna terhindar dari lawan berat di babak 16 besar.
GOOOOOL! Menit 7 Spanyol, yang bermain menggunakan jersey dengan motif seperti ketumpahan kopi susu di dadanya itu, langsung memimpin di menit ketujuh setelah melalui satu kerjasama tim yang mengecoh lini belakang Kroasia. Bola berpindah melalui empat pemain secara cepat sebelum dikirim masuk ke dalam kotak penalti dan dibelokkan ke gawang di saat terakhir oleh, siapa lagi, kalau bukan Alvaro Morata, pemain yang baru saja dibeli kembali oleh Real Madrid. Ini adalah gol ketiga mantan pemain Juventus itu di turnamen Piala Eropa tahun 2016 ini.
Kiper Subasic dan pemain Kroasia lain langsung mengangkat tangannya, membujuk hakim garis bahwa itu sebuah offside, tapi tayangan ulang memperlihatkan bola bersih.
Menit 11 BERBAHAYA! Satu tembakan keras dari luar kotak penalti dilancarkan oleh Nikola Kalinic setelah satu permainan ceroboh oleh Sergio Ramos. Untung masih bisa ditepis oleh kiper David De Gea.
Menit 13 SANGAT BERBAHAYA! Satu tembakan keras dari Ivan Rakitic memantul di mistar atas, melayang ke bawah dan dibersihkan oleh pemain Spanyol. Sedikit lagi itu sudah berubah menjadi gol. Kroasia tidak tinggal diam dengan tekanan Andres Iniesta dan kawan-kawan, memberi respons yang sama kuatnya.
Sebenarnya peluang emas Rakitic itu berasal dari kesalahan David De Gea yang entah melamun atau apa, melemparkan bola tepat ke arah Ivan Rakitic. Mungkin kiper Manchester United itu salah menduga Rakitic bagian dari rombongan Spanyol. Untung ada Gerard Pique yang membersihkan bola dari bawah mistar gawang.
Sementara itu beredar info bahwa fans Kroasia yang membuat rusuh pertandingan Piala Eropa mereka terakhir kali akan kembali membuat ulah pada laga di Bordeaux kali ini, dan bahkan mengincar wasit  Bjorn Kuipers dari Belanda. Aksi rusuh mereka akan dilakukan pada menit 30.
Menit 24 David Silva melepaskan tendangan kuat dari luar kotak penalti namun masih bisa diselamatkan kiper Subasic. Menit 27 satu kerjasama Spanyol berujung pada tendangan oleh Nolito, tapi melebar di sisi gawang akibat terpantulkan.
Menit 29 Marko Rog menjadi pemain pertama yang terkena kartu kuning malam ini setelah satu tantangan kasar atas Cesc Fabregas. Permainan sudah memasuki menit 35 dan tidak ada tanda-tanda ancaman fans Kroasia pembuat rusuh itu akan terjadi di stadion Matmut Atlantique di Bordeaux ini.
GOOOOOL! UNTUK KROASIA! Ketika semua orang tengah menyaksikan akhir babak pertama yang membosankan dan berharap segera berakhir, sebuah serangan tim kotak-kotak menghasilkan gol melalui tipuan kaki Nikola Kalanic. Bola berasal dari sayap kiri, dikirim ke depan gawang dan Kalanic menggunakan sisi luar kaki kanannya untuk membelokkan bola, mengecoh David De Gea.
Babak kedua sudah dimulai. Tidak ada pergantian pemain untuk kedua kubu. Spanyol mendominasi bola di awal babak kedua tapi Kroasia kelihatan sangat berbahaya pada serangan balik mereka.
Skuad Ivan Rakitic nyaris mencetak gol pada dua kesempatan terpisah di menit 58, namun De Gea berhasil menahan serangan dari Jedvaj sebelum Pjaca menyambar bola liar dengan tendangan salto tapi melewati sisi gawang. Tidak mengubah skor tetap 1-1.
Passing, passing, passing, inilah yang dilakukan Spanyol sejauh ini di sekitar menit 64. Sesaat sebelumnya tadi Kroasia minta penalti setelah satu pemainnya dijatuhkan di kotak penalti tapi wasit Bjorn Kuipers asal Belanda tidak tertarik.
NYARIISSS! Menit 66 Sergio Ramos melompat paling tinggi untuk menanduk bola silang ke tiang jauh gawang Subasic tapi masih melebar. Tidak mengubah skor.
PENALTI UNTUK SPANYOL!! Menit 70 terjadi kekacauan setelah para pemain menolak hadiah hukuman penalti. Kapten Darijo Srna pun terkena kartu kuning karena menentang keputusan wasit. Penalti diberikan setelah Silva terjatuh usai tantangan dari dua pemain belakang lawan.
Sergio Ramos maju ke depan titik putih, ditendang DAAAAAN GAGAL! Menit 71. Kapten Spanyol itu gagal mengeksekusi penalti. Sesaat sebelumnya Darijo Srna membisikkan rahasia tendangan penalti Sergio Ramos kepada kiper dan terbukti benar.
Aritz Aduriz yang tadi masuk menggantikan Alvaro Morata di menit 67 menjadi target man dalam beberapa umpan silang terakhir, namun ia belum mampu menggetarkan gawang lawan sejauh ini. Sudah menit 83 dan skor imbang 1-1 masih belum berubah. Cesc Fabregas menjadi pemain ketiga yang ditarik keluar, digantikan Thiago Alcantara.
GOOOOOL! KROASIA BUKAN SPANYOL! Berawal dari satu serangan balik kilat di sayap kanan, bola dikirim ke sisi kiri lapangan dalam satu sentuhan, lalu dibawa cepat ke depan sebelum dioperkan ke Ivan Perisic, yang lalu melepaskan satu tendangan keras ke tiang dekat, tak mampu diblok kiper De Gea. 2-1 untuk Kroasia sekarang!!
Dengan hasil ini maka Spanyol hanya menduduki ranking kedua Grup D dengan nilai 6, hasil dua kemenangan dan satu kekalahan. Kroasia menduduki urutan pertama dengan nilai 7. Spanyol kini akan menghadapi lawan yang lebih sulit di babak 16 besar. Kemungkinan besar Italia.
Hasil Kroasia vs Spanyol Skor Akhir : 2-1 (FT)
Gol : Alvaro Morata 7′, Nikola Kalanic 44′, Ivan Perisic 87′
Susunan Pemain :
Kroasia : Subasic, Srna, Corluka, Jedvaj, Vrsaljko, Rog, Badelj, Perisic, Rakitic, Pjaca, Nikola Kalinic.
Cadangan : Vargic, Strinic, Kovacic, Kramaric, Modric, Schildenfeld, Brozovic, Mandzukic, Coric, Vida, Cop, Lovre Kalinic.
Spanyol : De Gea, Juanfran, Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba, Fabregas, Busquets, Iniesta, Silva, Morata, Nolito.
Cadangan : Casillas, Azpilicueta, Bartra, Koke, Lucas, Pedro, Bellerin, Thiago, San Jose, Bruno, Aduriz, Sergio Rico.

Senin, 20 Juni 2016

'Inggris Siap Hadapi Siapa Saja, Akan Bikin Gol-Gol di Laga Berikutnya'


Saint-Etienne - Manajer Inggris Roy Hodgson menegaskan tidak gentar menghadapi siapa saja yang jadi lawan berikutnya, seraya menegaskan keyakinan Inggris akan menghujani lawan berikutnya dengan gol.

Inggris menyudahi fase grup dengan bermain 0-0 lawan Slovakia, Selasa (21/6/2016) dinihari WIB. The Three Lions lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup B di bawah Wales. 

"Finis kedua adalah kekecewaan, tapi kami masih ada di babak 16 besar dan siapa yang dapat menilai tim yang akan kami hadapi lebih kuat? Dengan cara kami bermain saat ini, saya dengan gentar menghadapi siapa saja," ucap Hodgson seperti dikutip BBC.

Di laga lawan Slovakia, UEFA.com mencatat Inggris punya 27 tembakan dengan rincian 5 on target, 8 off target, dan 14 kena blok. Slovakia sementara itu cuma memiliki 4 attempts dengan masing-masing dua on target dan off target.

Menurut Hodgson, kecenderungan serupa juga dibuat timnya di tiga pertandingan fase grup walaupun hal itu cuma membuahkan satu kemenangan; 1-1 lawan Rusia, 2-1 atas Wales, dan 0-0 dengan Slovakia.

"Kami tak bisa berbuat lebih banyak lagi, kami sudah mendominasi permainan dari awal sampai akhir, kami punya sedemikian banyak peluang dan suatu hari kami akan memaksimalkannya. Saya tak bisa menyalahkan usaha dan kerja keras para pemain," katanya kepada ITV.

"Ini sedikit memalukan, di seluruh tiga laga kami sudah menjadi penyerangan versus pertahanan dan saya tidak pernah menduga Inggris mendominasi tiga laga seperti yang telah kami lakukan.

"Kami akan segera membuat tim lawan membayar, suatu hari nanti di turnamen ini kami akan bikin gol-gol," tegas Hodgson.

Di babak 16 besar Inggris akan berhadapan dengan runner-up Grup F. Saat ini grup itu dipuncaki Hongaria (4 poin), diikuti Islandia dan Portugal (2 poin), dan Austria (1 poin).